Menggunakan model disarankan, namun hati-hati karena ada model yang menyesatkan, model yang memperbudak, dan model yang digunakan untuk membenarkan, bukan untuk memahami.
Pada tahun 2020, model-model epidemiologi dari universitas terkemuka di seluruh dunia, termasuk Indonesia, memprediksi puncak dan akhir COVID-19 dengan angka yang sangat spesifik. Model-model itu dibangun oleh orang-orang cerdas dengan data terbaik yang tersedia saat itu. Hasilnya? Hampir semua meleset dan sebagian besar meleset sangat jauh. Beberapa memprediksi pandemi akan mereda dalam hitungan bulan. Kenyataannya berlangsung lebih dari dua tahun dengan gelombang yang tidak terprediksi.
Pada tahun 2008, model-model risiko keuangan yang digunakan oleh bank-bank terbesar di dunia, model yang sudah divalidasi, disertifikasi, dan dipercaya selama bertahun-tahun oleh regulator dan pelaku industri, gagal mengantisipasi krisis yang kemudian menghancurkan ekonomi global. Model yang sama yang membuat para bankir merasa aman justru menjadi alasan mereka tidak melihat bahaya yang sedang mendekat. Ketika krisis akhirnya datang, bukan hanya bank-bank yang kolaps; jutaan orang kehilangan pekerjaan, rumah, dan tabungan hidup mereka.
Dua kasus. Dua bidang yang berbeda. Satu pelajaran yang sama: model yang dipercaya penuh, tanpa kesadaran akan batas-batasnya, bisa lebih berbahaya dari tidak punya model sama sekali.
Kredo yang sering salah dimengerti
“All models are wrong, but some are useful.” adalah kalimat dari George Box, statistikawan yang karyanya membentuk cara berpikir ilmiah modern, ini adalah salah satu kalimat yang paling sering dikutip dan paling sering salah dimengerti dalam sejarah ilmu pengetahuan terapan.
Ia sering digunakan sebagai pembelaan yang nyaman: “Ya, model kami tidak sempurna, tapi tetap berguna.” Seperti sebuah tameng yang melindungi model dari kritik yang terlalu keras. Tapi yang jarang diperhatikan adalah bagian yang tidak terucapkan dalam kredo itu, bagian yang George Box sendiri sangat sadari: “… beberapa model tidak hanya salah, tapi berbahaya”.
Bukan karena pembuatnya tidak kompeten. Bukan karena niatnya tidak baik. Tapi karena cara model itu dibangun, cara ia dikomunikasikan, dan cara ia digunakan, atau disalahgunakan, oleh mereka yang memegangnya.
Ada tiga jebakan utama yang perlu dipahami oleh siapapun yang menggunakan model untuk mengambil keputusan penting.
Lanjutkan membaca “All Models are Wrong, but some are useful… and some are dangerous – Part 5”






