Model-based decision making bukan tentang lebih banyak data. Tapi tentang pertanyaan yang lebih baik.
Ada situasi yang terasa sangat membingungkan — dan sangat menggelisahkan.
Semua data sudah ada. Semua angka sudah dianalisis. Laporan sudah dibaca sampai halaman terakhir. Rapat sudah dijalankan, diskusi sudah panjang, dan keputusan akhirnya diambil dengan penuh keyakinan.
Lalu hasilnya tidak seperti yang diharapkan.
Bukan karena datanya keliru. Bukan karena analisisnya ceroboh. Bukan karena orangnya tidak kompeten. Tapi ada sesuatu yang hilang di antara data dan keputusan — sesuatu yang tidak tampak di spreadsheet manapun, tidak terlihat di dashboard apapun, dan tidak bisa ditemukan dengan menambah lebih banyak data lagi.
Apa yang hilang itu?
Mengapa data saja tidak cukup
Data menggambarkan apa yang terjadi. Ia merekam, mengukur, dan merangkum kondisi yang sudah ada. Tapi ia tidak otomatis menjelaskan mengapa hal itu terjadi; apalagi apa yang akan terjadi jika kita mengubah sesuatu.
Ada jarak antara deskripsi dan pemahaman. Dan jarak itu tidak bisa diisi hanya dengan menambah lebih banyak data.
Lanjutkan membaca “Data Sudah Lengkap, Tapi Keputusannya Tetap Salah — Ada yang Hilang di Antara Keduanya – Part 4”





