Memberikan Perhatian lebih kepada Makna dari Nilai

Nilai yang berasal dari kata Value, merupakan sebuah kata yang penting bagi perekayasa industri untuk keluar dari cara pandang lama untuk menuju ke cara pandang sistem yang lebih utuh.

Bagi mahasiswa Teknik Industri, kata nilai biasanya dikenalkan di kuliah pengantar teknik industri atau kuliah pengendalian kualitas. Nilai secara umum didefinisikan sebagai perbandingan antara harga dan kualitas. Jika harga sama namun kualitas meningkat, maka nilai meningkat. Atau sebalikanya jika harga turun namun kualitas tetap sama maka nilai meningkat. Simplifikasi yang sangat sederhana ini tidak salah, bahkan tepat, namun jika fokus pendidikan teknik industri ke arah desain, maka fokus kepada kedua hal ini saja tidak akan mendorong kita mendesain lebih kreatif. Seolah-olah satu-satunya cara untuk meningkatkan kualitas adalah dengan efisiensi biaya, yang masuk ke ranah operasi, bukan ke arah desain.

Jadi apa yang dibutuhkan? Pemahaman yang lebih terhadap definisi nilai

Mengapa? Coba perhatikan kembali ke definisi diatas. Kualitas tidaklah obyektif saja, namun ada unsur subyektif. Ketika ada unsur subyektif maka aspek desain menjadi penting, karena di dalam proses desain ada tahapan awal untuk mengetahui apa yang dibutuhkan oleh pelanggan. Artinya apa? Apa dibutuhkan adalah apa yang diberikan nilai baik oleh pelanggan. Dan itu tidak hanya harga, dan tidak hanya kualitas secara karakteristik fisik produk, namun ke arah bagaimana produk itu memberikan fungsi yang dibutuhkan.

Berarti komponen dari nilai telah bertambah, dari hanya 2 dimensi yaitu harga dan kualitas secara umum, namun bergerak detail ke arah, fungsi, estetika, dsb. Disini mungkin banyak topik skripsi yang diambil oleh mahasiswa teknik industri, yaitu mengidentifikasikan komponen dari nilai sebuah produk.

Namun mengidentifikasikan komponen saja tidak cukup, karena ternyata ada unsur dimana setiap komponen nilai mempengaruhi komponen lainnya. Pengaruh sebagai sebuah interkoneksi ini sebenarnya juga ada dalam deskripsi awal tentang nilai, dimana didefinisikan bahwa harga memiliki konektivitas terhadap kualitas. Artinya, setiap komponen yang ditemukan mempengaruhi nilai, bisa dicari interkoneksinya dengan komponen sehingga kita mendapatkan bobot atau urutan kepentingan dari komponen nilai. Diasumsikan bahwa komponen dengan bobot koneksi terbesar paling berpengaruh dibandingkan komponen yang tidak memiliki koneksi.

Namun apakah sudah cukup itu saja, ada satu hal lagi yang membuat nilai menjadi lebih kompleks, yaitu perubahan lingkungan atau konteksnya. Sebuah komponen nilai bisa timbul dan tenggelam, berubah tingkat kepentingannya, berubah hubungannya dengan komponen lainnya, ketika lingkungannya berubah. Di kuliah sistem kualitas, ini diterjemahkan sebagai perubahan yang harus diantisipasi oleh program peningkatan berkesinambungan atau Continuous Quality Improvement. Namun tentunya perubahan ini harus diantisipasi dari semua sisi, dari desain, operasi, pemeliharaan maupun end-of-cycle dari produk.

Fokus kepada nilai adalah representasi dari fokus kepada pelanggan yang telah mendarah daging bagi perekayasa industri. Dimana pun posisi anda, anda diingatkan selalu bahwa pelanggan adalah fokus mengapa organisasi anda ada. Nilai adalah ketika kita berhasil memberikan apa yang diinginkan oleh pelanggan. Tidak lebih, tidak kurang. Namun nilai telah berubah secara definisi (komponen), hubungan antar komponen dan adaptif terhadap perubahan lingkungan.

2 komentar pada “Memberikan Perhatian lebih kepada Makna dari Nilai”

  1. Prof., adakah metode dalam Teknik Industri untuk mengukur daya saing industri itu sendiri?

    1. Secara khusus tidak, karena daya saing industry bisa berbeda-beda ukurannya tergantung sektornya dan tingkat analisa (daerah, negara atau dunia). Karena ini soal ukuran, maka biasanya kita menggunakan pendekatan manajemen pengukuran (performance measurement), dimana metodenya secara inklusif mengambil dari berbagai metode yg lazim digunakan dalam pengambilan keputusan (di kami, kami sebut sebagai decision modeling, seperti AHP, TOPSIS, System Dynamics, dsb).

Tinggalkan komentar