Bahaya Ketergantungan terhadap AI untuk salah satu aspek penting dalam belajar: Meringkas

Seorang mahasiswa meminta izin memakai AI untuk meringkas presentasinya sendiri, dan pertanyaan kecil itu membuka sesuatu yang lebih besar tentang apa yang sebenarnya kita pertaruhkan ketika belajar berpikir.

Di akhir semester lalu, seorang mahasiswa baru selesai mempresentasikan analisis soft systems methodology untuk studi kasusnya di kuliah Model Based Decision Making. Saya minta dia menutup sesi dengan meringkas sendiri apa yang baru dia paparkan, 1–2 menit saja, cukup untuk menunjukkan bahwa dia tahu bagian mana yang paling penting dari analisisnya sendiri. Dia mengangkat tangan dan bertanya, sungguh-sungguh, bukan bercanda: boleh tidak dia minta AI yang meringkaskannya?

Saya diam sebentar. Bukan karena marah. Karena saya tidak langsung tahu jawabannya, dan itu sendiri yang mengganggu saya lebih dari pertanyaannya.

Hand writing neural network study notes beside tablet displaying AI learning interface

Beberapa bulan sebelum kejadian ini, saya sempat membagikan sebuah artikel CNN di salah satu grup chat. Liputannya soal mahasiswa-mahasiswa di Yale yang mulai menyadari sesuatu yang aneh di kelas seminar mereka: argumen yang dilontarkan teman-temannya makin rapi, tapi diskusinya makin terasa hambar. Salah satu dari mereka bilang ke wartawannya,

“everyone now kind of sounds the same”

semua orang sekarang rasanya kedengaran sama saja. Bukan cuma perasaan dia sendiri. Ada riset yang dirujuk artikel itu, dipublikasikan awal tahun ini di jurnal Trends in Cognitive Sciences oleh tim dari University of Southern California, yang menemukan bahwa model bahasa secara sistematis meratakan cara manusia berbahasa, mengambil sudut pandang, dan bernalar.

Kalau itu benar, ada satu hal yang berubah secara diam-diam: kompetisi di antara mahasiswa justru terlihat adil. Seolah-olah tidak lagi berdasarkan kemampuan intelektual, karena AI sudah bisa menyamakan itu. Jawaban rapi, terbaca atau terdengar logis, dan bahkan menurut kita, lebih baik dari tulisan kita sendiri.

Lanjutkan membaca “Bahaya Ketergantungan terhadap AI untuk salah satu aspek penting dalam belajar: Meringkas”