Membumikan Buku Manajemen

Sebagai penggila buku yang suka melahap buku, saya baru saja mengambil kesimpulan bahwa buku-buku tentang manajemen sebenarnya bisa dikategorikan kedalam salah satu atau beberapa kombinasi dari 4 hal: Alat (Tools), Metodologi (Methods), Konsep (Concepts), Model

Pembagian ini saya anggap mampu mendeskripsikan buku-buku manajemen yang ada serta membantu saya untuk lebih memahaminya dan menetapkan eskpektasi dari buku tersebut. Pada aspek yang lain, bagi anda yang sedang mencari solusi dari permasalahan yang anda dapati di dunia bekerja maka pastikan anda mendapatkan buku yang tepat.

1. Alat – Tools

Buku yang membahas hal ini menawarkan satu atau beberapa alat yang bisa membantu kita melakukan sesuatu hal yang spesifik dan fokus. Jika anda mencari bagaimana menilai kinerja bawahan anda misalnya, maka buku tentang alat ini memberikan solusi yang bisa langsung anda terapkan.

2. Metodologi – Methods

Buku yang membahas tentang langkah per langkah (step by step) yang sebaiknya anda lakukan ketika anda ingin memecahkan suatu permasalahan atau melakukan suatu perbaikan.

3. Konsep – Concepts, Approaches

Buku yang membahas tentang sebuah konsep atau pendekatan yang baru dan mencerahkan (enlightment) melalui sebuah argumentasi yang logis. Bisa saja pendekatannya tidak baru tetapi cara untuk berargumentasinya lebih bisa diterima misalnya karena menggunakan contoh kasus industri yang serupa atau industri lokal dibandingkan industri negara lain.

4. Model

Model lebih berupa rujukan. Buku yang membahas model menjabarkan tentang sebuah rujukan organisasi yang menurut penulisnya berhasil mencapai prestasi yang ingin dicapai pula oleh organisasi kita. Secara pribadi individu, buku seperti ini mirip dengan buku otobiografi orang-orang besar dan terkenal, kita membacanya karena ingin tahu bagaimana mereka menjalani kehidupannya dan menjadi panutan bagi kita.  Dalam konsep organisasi ini diterjemahkan sebagai gap analysis yaitu apa beda kita dengan organisasi rujukan, dan perbedaan itulah yang menjadi titik tolak perbaikan. Kita sering bingung kalau sudah dihadapkan dengan begitu banyaknya permasalahan organisasi: mulai dari mana? bagaimana caranya? apa yang harus dipersiapkan? dsb. Konsep Model membantu kita menjawab pertanyaan ini.

Kembali saya ingatkan, bahwa buku-buku bisa saja membahas kombinasi dari beberapa hal diatas. Pembagian ini hanyalah untuk memudahkan mendapatkan apa yang sebenarnya anda cari dari buku tersebut

Operational Excellence (Operasional Unggul)

Saat ini sedang beredar sebuah kosa kata baru yang dikenal sebagai operations/operational excellence. Kosa kata ini memang dipopulerkan terutama oleh perusahaan konsultasi. Tetapi apa dan bagaimana sebenarnya operation excellence? Perlu diketahui memang IIE (Institute of Industrial Engineering) sendiri memiliki satu konferensi tahunan yang sejak beberapa tahun terakhir diberi nama dengan operation excellence, sebagai pengembangan dari lean conference. (please visit www.iienet.org)

Kata efisiensi dan efektivitas merupakan 2 kata yang selalu menjadi idaman seluruh manajer operasi didunia. Sebuah operasional yang dikatakan efisien dan efektif akan tidak memiliki sumber daya yang terbuang atau tidak terpakai didalam setiap operasinya. Untuk itulah operation excellence dianggap merupakan pengembangan dari konsep lean management (manajemen ramping-sehat), karena tidak adanya waste (sisa) yang tidak berguna.

Bedanya apa dengan lean? Dari skala dan kekuatan sinkronisasi antar element. Lean berfokus kepada kegiatan (proyek) yang mencoba untuk mendapat titik efisiensi tertinggi (skala mikro) sedangkan operation excellence berbicara kepada skala makro yaitu tidak hanya berfokus kepada proyek-proyek tetapi menghubungan secara rantai kontribusi satu proyek terhadap keseluruhan mata nilai yang memberikan nilai (whole value added process).

Apakah berarti jika seluruh proyek lean di perusahaan dikumpulkan maka kita bisa menyebutnya sebagai operation excellence? seharusnya tidak, karena konsep operational excellence memiliki unsur “breakdown” yaitu dari suatu target dibagi-bagi menjadi proyek-proyek efisiensi yang saling berkaitan dan “top-down” bahwa proyek-proyek yang diusulkan memiliki korelasi terhadap target operational excellence.

Apakah operation excellence harus menggunakan lean approach? Ya dan tidak. Anda harus memahami dahulu konsep value adding chain yang notabene sangat ditekankan di Lean Management, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa tentunya sangat naif bagi kita untuk berfikir bahwa untuk memperbaiki atau meningkatkan sesuatu hanya ada satu pendekatan saja. Six Sigma, 7 Steps of QI, Human Factors Improvement yang merupakan ilmu yang diajarkan di Teknik Industri tentunya juga bisa berkontribusi terhadap operation excellence.

Apa hubungan operation excellence dengan world-class operations? Saya tidak tahu, tetapi menurut saya keduanya sebenarnya adalah barang yang sama hanya operation excellence bicara proses, sedangkan world-class operations bicara tentang tujuan/target. Tahun 90-an kita dibombardir dengan istilah world class service, world class operations, world class manufacturing, tetapi ketika dijabarkan ternyata memiliki banyak sekali versi tergantung dari penulisnya. Secara umum, semua versi bicara tentang ciri-ciri sebuah world class company untuk menginspirasi organisasi “biasa” untuk mencapainya.

Tentang Skripsi di Teknik Industri UI

Bagian ini khusus untuk menjawab berbagai macam pertanyaan yang diajukan kepada saya mengenai topik skripsi di Teknik Industri UI. Bahasa kerennya adalah Frequently Asked Questions (FAQ) untuk Skripsi di TIUI

Yang perlu diingat dalam ketika membaca artikel ini bahwa tulisan ini adalah merupakan pendapat pribadi dan bukan merupakan sebuah kebijakan institusi.

Disarankan pula bagi mahasiswa harus tetap mencari tahu dan mempertimbangkan preferensi pribadi dari dosen-dosen penguji anda nantinya baik di fase seminar maupun di fase ujian skripsi sebagai sebuah strategi persiapan pribadi anda. Informasi dapat anda dapatkan dari senior anda yang telah melewatinya atau dengan berdiskusi langsung beberapa waktu sebelum ujian dimulai (ketika menyerahkan buku skripsi untuk diuji misalnya).

Kemudian didalam artikel ini tidak dibahas dan tidak akan dibahas proses administrasi skripsi, karena hal ini tergantung dari kebijakan departemen terkini yang mungkin telah berubah.

Mengenai Topik Skripsi

  • Apakah Topik Skripsi sebaiknya baru/orisinal/innovatif?

Kita berada di lingkungan pendidikan, dosen pun sangat suka, menghargai dan memberikan apresiasi apabila seorang mahasiswa bisa memberikan ilmu yang baru bagi dosennya. Pada dasarnya, secara kapasitas anda pasti lebih dari dosen anda. Inilah inti dari kenapa topik skripsi sebaiknya orisinal/innovatif.

Kata innovatif disini harus mengacu kepada suatu definisi operasional tertentu,

  1. inovasi adalah sesuatu hal yang belum diketahui oleh sebuah komunitas tertentu. komputer adalah inovasi bagi sebuah komunitas di desa terpencil tetapi mungkin menjadi hal yang biasa saja bagi komunikas kota besar
  2. inovasi bukan saja pada topik, tetapi bisa saja dari cara pendekatan yang baru atau metodologi yang baru.

Walaupun demikian ada hal yang juga harus anda perhatikan: karena sesuatu hal adalah baru sehingga secara sumber bacaan tidak akan terlalu banyak, sumber data bisa saja terbatas (karena dianggap data tersebut tidak penting sebelumnya untuk dikumpulkan), anda sendiri mungkin mengalami kesulitan untuk menjelaskannya kepada kita. Ada kasus dimana sesuatu hal yang baru tetapi tidak mudah untuk dijelaskan mendapatkan penilaian yang kurang dari penguji walaupun penguji tersebut menyatakan menghargai inovasi.

  • Adakah topik-topik skripsi yang sebaiknya dihindari?

Pertanyaan ini mengingatkan saya pada kebijakan industri di indonesia yang disebut Daftar Negatif Investasi Asing, yaitu sebuah daftar sektor atau jenis industri yang dinyatakan tertutup untuk investasi asing. Walaupun dalam bentuk yang berbeda, pertanyaan ini bisa disebut sebagai Daftar Negatif Topik Skripsi (DNTS) 😉

DNTS didefinisikan adalah topik skripsi yang berpotensi tidak akan memiliki nilai maksimal (nilai A).

Penguji juga manusia yang bisa bosan, sehingga tentunya sebuah topik yang berulang-ulang tanpa ada perbaikan yang signifikan biasanya tidak mendapatkan nilai maksimal.

Penguji juga akan melihat apakah topik ini setara dengan tugas mahasiswa, dengan beban dan kompleksitas yang diberikan dalam tugas mahasiswa TIUI saat ini tentunya berakibat kepada tingginya standard skripsi pada saat ini.

  • Apakah jika topik skripsi merupakan sebuah mata kuliah pilihan yang diajarkan, maka kita wajib untuk mengambil mata kuliah tersebut?

Ada beberapa pendapat tentang hal ini, salah satunya adalah cara terbaik untuk melakukan pencarian dasar teori adalah dengan mengikuti perkuliahannya. Salah satu hal terpenting dalam penilaian skripsi adalah pemahaman terhadap teori yang menjadi dasar dari penelitian.

Ada pula staf pengajar yang mempertanyakan kenapa anda mengambil topik skripsi tetapi tidak mengambil mata kuliah yang bersangkutan.

  • Apakah memiliki jurnal terkini yang sesuai dengan topik dan metodologi penelitian kita sangat penting?

Ada beberapa pendapat pula tentang hal ini. Sebenarnya dasar alasan kenapa jurnal menjadi penting karena diasumsikan jurnal lebih terkini (up-to-date) dibandingkan buku pegangan. Walaupun demikian, yang perlu pula dipahami bahwa jurnal tidak untuk menggantikan buku pegangan dari sisi kedalaman, pemikiran maupun kedetailan metodologi. Jadi kedua-duanya (buku dan jurnal) penting dan saling melengkapi.

  • Hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam memilih topik skripsi?

Topik Skripsi bisa menjadi bahan “jualan” anda ketika menghadapi wawancara kerja atau membangun usaha baru. Sebagai seorang tenaga pemasaran ada 2 hal yang dapat membantu menjual suatu barang: (1) kualitas dari barang tersebut sehingga dengan sedikit usaha saja membuatnya menjadi laku keras dan (2) kemampuan anda untuk menjual sebuah barang yang biasa menjadi luar biasa tanpa harus berbohong (terlalu banyak).

Faktor yang pertama menuntut anda untuk mencari apa yang sedang trend di dunia kerja dan industri mana yang tengah berkembang dan membutuhkan sumber daya manusia baru.

Faktor kedua menuntut anda untuk memahami dan “menyenangi” topik yang anda lakukan sehingga anda mampu menunjukkan penguasaan dan antusiasme anda dalam mengerjakan topik tersebut.

Mengenai Penilaian Skripsi

Penilaian skripsi mencakup 2 bagian utama (1) konten dan (2) pembawaan materi (atau dikenal pula dengan presentasi dan tanya jawab). Konten berarti tentang kualitas topik, kualitas metodologi penelitian serta kualitas tata bahasa dan gaya penulisan. Pembawaan Materi mencakup kualitas presentasi dan kualitas argumentasi dalam menjawab pertanyaan tim penguji.