Mencari Topik Skripsi yang “benar-benar” Teknik Industri

Judul diatas perlu diperjelas dengan cerita sebagai berikut, suatu ketika ketika saya pulang sekolah di akhir 90-an, sedang timbul demam Balanced Scorecard (BSC) sebagai topik skripsi di Teknik Industri. Ketika menguji topik ini, seorang dosen TI menanyakan apakah topik BSC boleh dikerjakan oleh anak TI, karena bukankah topik ini adalah yang berasal dari manajemen/bisnis? (waktu itu program MBA di dunia juga sedang “demam” BSC)

Teman dosen inimengkritik dengan bertanya dimana cabang Ilmu TI yang mengayomi topik ini? Ini masakTeknik, khan tidak ada unsur kuantitatifnya?

Waktu itu saya berargumen 2 hal (khusus utk kasus BSC ini):

1. BSC bisa dikategorikan merupakan varian dalam manajemen kinerja perusahaan. Kinerja adalah urusan TI (lihat definisi saya tentang Keilmuan TI di blog ini). BSC juga memasukkan unsur produktivitas yang menjadi bagian utama dalam keilmuan TI. Jadi BSC dapat dikatakan merupakan cabang ilmu produktivitas di TI. Unsur kuantitatif harus didapatkan oleh mahasiswa dari perhitungan-perhitungan untuk menyusun indikator dalam BSC.

2. Keilmuan TI adalah keilmuan yang inklusif, ini bisa dilihat pada definisi TI. Inklusif adalah lawan kata dari ekslusif. Inklusif berarti kita tidak boleh mengurung diri dengan metode yang itu-itu saja, selalu mencari dan mengadopsi metode-metode yang bisa diambil untuk diterjemahkan di TI. Inklusifitas juga berati aplikasi kekuatan keilmuan TI ke bidang-bidang lain yang bukan merupakan bidang “tradisional” TI, seperti bidang jasa.

Diskusi berlanjut dengan menukik ke akar permasalahan pertanyaan yang menjadi judul blog ini: Bagaimana mendefinisikan bahwa sebuah topik skripsi itu adalah topik dalam keilmuan Teknik Industri? Apakah berarti bila kita mengukur kepuasan karyawan dengan metode psikologi, termasuk dalam keilmuan Teknik Industri? Apa bedanya TI dengan departemen manajemen di ekonomi?

Lanjutkan membaca “Mencari Topik Skripsi yang “benar-benar” Teknik Industri”

Sistem adalah Bulat

Ketika saya mengikuti sebuah acara tentang sosialisasi GCG oleh BPKP, salah seorang penyaji menggambarkan sebuah proses siklus dalam penerapan GCG, dan kemudian memberikan pernyataan yang meng-gelitik telinga saya. Penyaji menggambarkan bahwa siklus tersebut bulat, dan karena bulat berarti sistem.

Bulat berarti Sistem

Sebuah pernyataan yang menarik, karena salah satu cara menguji sebuah “kelompok” adalah sistem, dan bukan hanya kumpulan komponen adalah dengan melihat apakah ada siklus umpan balik. Bentuk penggambaran umpan balik berupa lingkaran . Lingkaran adalah bulat. Cara menggambarkan siklus memang biasanya dengan bulatan. 

Jadi apakah berarti bulat memang sistemik? Secara logika memang bisa diterima bahwa bulat bisa menunjukkan prediksi awal bahwa terjadi kondisi sistemik, terutama pada sistem-sistem sederhana yang hanya memiliki 1 “bulat”an – 1 causal loop, tetapi untuk mengatakan bahwa memang terjadi gejala sistemik perlu ditelaah lebih dalam.

Ha ini karena kata siklus berkonotasi kepada reinforcing loop, yaitu umpan balik yang terus menerus bertambah, bisa bertambah naik atau turun, bertambah tinggi atau rendah. Persepsi siklus biasanya tidak menggambarkan balancing loop, umpan balik yang menyeimbangkan yang menahan sehingga “siklus” tidak terus menerus bertambah. Padahal ciri ini juga penting dalam memahami gejala sistemik dari sebuah sistem. Kita perlu memahami keduanya.

Bisa bukan berarti Boleh

“Menikmati” perjalanan pagi ke kampus beberapa hari yang lalu, saya dihujani oleh pemandangan yang “asyik” dari para pengemudi kendaraan bermotor yang memasuki jalur busway (atau bahasa aslinya dedicated buslane), saya jadi bertanya-tanya, kenapa yaa kok mereka melakukannya?

Sebelumnya perkenalkan prinsip saya dulu, saya punya prinsip pribadi yang mengatakan kalau orang berbuat salah, maka yang pertama kali yang harus saya cari tahu penyebabnya adalah kenapa sistemnya “membiarkan” dia salah, bukan menyalahkan pribadinya terlebih dahulu.

Nah, saya baru sadar bahwa konsep “pencegahan” yang biasa kita lakukan memang cenderung ekstrem, kita mencegah supaya orang tidak bisa melakukannya. Kita belum mencapai titik dimana orang tidak boleh melakukannya. Mirip kalau anak kecil dirumahnya mau dilarang makan permen yang tersaji di meja, buat tamu alasannya. Maka kita menyatakan tidak boleh, kalau si anak ini terdidik dengan baik, memiliki nilai pribadi yang ditanamkan dengan kuat, maka yang terjadi dia akan menuruti larangan tersebut (tidak boleh). Tapi cara lainnya ada, yang tidak bisa, yaitu bagaimana kalau anak tersebut kita ikat atau kita kurung dikamar.

Lanjutkan membaca “Bisa bukan berarti Boleh”

Larangan Belok Kiri Langsung di Wilayah Polda Metro Jaya dalam kacamata Teknik Industri

Beberapa waktu yang lalu saya mendengarkan percakapan di radio yang sedang membahas tentang ditegaskannya kembali bahwa belok kiri harus mengikuti rambu. Jadi kita baru boleh belok kiri langsung kalau ada rambu khusus boleh kiri atau traffic lights khusus kelap-kelip kiri maka baru boleh langsung. Jika tidak, maka tidak serta merta langsung. Dendanya nggak tanggung-tanggung sudah “disepakati” yaitu 250rb rupiah.

Tetapi terlepas dari perdebatan soal sosialisasi atau denda yang sudah “dipatok”, saya ingin membahasnya dalam kerangka ilmu teknik industri. Saya jadi teringat tentang artikel yang membahas soal penghematan BBM dari sebuah perusahaan angkutan barang di Amerika yang unik, yaitu dengan melakukan optimasi rute pengirimannya sehingga menghindari sedapat mungkin mesin idle (nyala tapi tidak bergerak) akibat menunggu traffic lights di perempatan jalan. Perusahaan angkutan barang itu UPS namanya (United Parcel Services), konsep ini bahkan dikenal sebagai “UPS always turn right”. Ingat di Amerika, orang mengemudi di sebelah kanan, jadi belok kanan adalah mirip dengan belok kiri disini, dan kebetulan hampir di seluruh negara bagian di Amerika belok kanan boleh langsung. Jadi kebalikannya di Indonesia, yang tidak boleh belok kiri langsung. Lanjutkan membaca “Larangan Belok Kiri Langsung di Wilayah Polda Metro Jaya dalam kacamata Teknik Industri”

Ciri-ciri Berpikir Sistem: Ada batas. Cari dan pahami batas

Sistem selalu memiliki batas (boundaries). Ada batas yang secara fisik mudah dilihat dan ada batas non-fisik yang tidak terlihat atau tidak bisa kita rasakan keberadaannya. Ruangan anda memiliki batas fisik: tembok, jendela, pintu, lantai, atap. Pikiran anda memiliki batas non-fisik: batas antara apa yang anda tahu dan anda tidak ketahui, batas antara apa yang anda ingin tahu dan anda tidak ingin tahu.

Di organisasi juga ada batas mirip dengan batas pribadi anda diatas. Kantor adalah batas fisik. Pelanggan yang dilayani organisasi ada didalam batas pelayanan organisasi. Lanjutkan membaca “Ciri-ciri Berpikir Sistem: Ada batas. Cari dan pahami batas”

Ciri-ciri Berpikir Sistem: Fokus mencari Struktur dengan Helicopter Views

Sudah pernah mendengar helicopter views? Jika kita naik helikopter maka kita memiliki kemampuan untuk naik dan turun untuk mendapatkan sisi pandang yang lebih luas atau lebih detail. Jika anda sedang terjebak macet dijalan, maka anda pasti berharap kendaraan anda bisa naik ke atas untuk melihat apa yang terjadi untuk mengambil keputusan: apakah anda perlu ikuti saja karena ternyata mobil mogok yang sedang dipinggirkan di samping jalan; atau ternyata pohon tumbang sehingga anda sebaiknya mengambil jalan ke kiri berikutnya yang walaupun lebih jauh, bisa lebih cepat. Anda akan turun kembali dan mengambil keputusan

Helicopter views berarti memang tidak hanya satu tingkatan saja tetapi beberapa tingkatan sekaligus dari yang terdetail hingga yang terabstrak (mikro ke makro ke meso). Terkadang kita terjebak dalam tingkatan dunia mikro, kita mencoba mencari solusi pada tingkat mikro tetapi tidak menyelesaikan permasalahannya, kenapa yaa? Karena mungkin problemnya adalah pada struktur makronya.

Dalam sistem dinamis kondisi mikro disebut sebagai events (kejadian), kejadian-kejadian yang berulang atau memiliki keterkaitan pasti terjadi akibat adanya “struktur” yang membuat kejadian-kejadian tersebut. Kejadian-kejadian biasa tersebar pada dimensi waktu, bisa kemarin dan hari ini, bisa setahun yang lalu – 6 bulan yang lalu dan hari ini, dst. sehingga kita lupa dan terfokus pada kejadian saat ini saja, padahal “dulu” pernah terjadi atau ada yang serupa. Kejadian–kejadian juga tersebar pada dimensi ruang, sehingga kita terkadang menjadi sumber permasalahan tempat lain atau menjadi korban permasalah tempat lain. Penipisan ozon pada kutub bumi diprediksi berkontribusi pada perubahan cuaca pada khatulistiwa. Para ahli sedang memperhitungkan bahwa perubahan moonsoon cycles (siklus muson) yang kita telah rasakan di Indonesia (termasuk arah anginnya) akan mengubah peta produksi padi dunia akibat perubahan curah hujan.

Kejadian-kejadian jika kita rangkai akan bisa menampilkan sebuah imaji struktur yang ternyata telah menjebak kita sehingga kita tidak memiliki pilihan lain melakukan atau menerima kejadian tersebut. Kalau kita ingin memperbaikinya maka ubahlah struktur.

Struktur bisa berupa fisik (jalan, bangunan), bisa berupa non-fisik (kebiasaan, peraturan, norma dsb). Milikilah kemampuan untuk menggambarkan struktur, supaya anda tidak terjebak didalamnya.

Alamat-alamat Situs Website utk Mencari Ide Skripsi Teknik Industri

Banyak yang menanyakan kepada saya tentang topik-topik skripsi yang terakhir berikut alamat websitenya selain www.iienet.org. Anda bisa mencari ini melalui majalah online atau website perkumpulan spesialis bidang di Teknik Industri (quality, ergonomist, dsb), selain browsing ke kampus-kampus ternama yang memiliki teknik industi atau teknik manufaktur.

Perlu anda ketahui memang teknik industri berasal dari Amerika, di dunia lain (eropa atau inggris) tidak dikenal teknik industri, tetapi mereka mengenal teknik manufaktur maupun manajemen rekayasa (engineering management). Itulah kenapa kalau sebagian dosen kamu udah berasal dari eropa atau negara-negara commonwealth pasti ngebet bikin program studi engineering management 😉

Beberapa situs itu mencakup

  • Majalah Online

http://www.industryweek.com/

business week (walaupun ini adalah majalah bisnis tetapi memiliki bagian teknologi atau industri) http://www.businessweek.com/

  • Organisasi profesi atau spesialis

Quality Engineers: http://www.asq.org
Systems Engineer: http://www.incose.org

Reliability Engineer: http://www.sre.org/
Ergonomist: http://www.ace-ergocanada.ca/index.php, http://www.ergonomics.org.uk/