Teknik Industri dan Industri 4.0

Kurikulum Teknik Industri haruslah adaptif terhadap berbagai perubahan di dunia industri. Perubahan terbesar yang sedang dan akan terus berjalan adalah Revolusi Industri 4.0. Namun sebagian besar interpretasi terhadap dampak Industri 4.0 adalah berbasis kepada interpretasi yang dilakukan oleh konsultan global, dengan fokus ke arah perubahan organisasi. Hingga saat ini belum ada kesepakatan tentang bagaimana sebaiknya kurikulum teknik industri disiapkan untuk era perubahan akibat Revolusi Industri 4.0.

Slide presentasi ini merupakan eksplorasi pribadi terhadap apa yang bisa menjadi dampak Revolusi Industri 4.0 terhadap sub-kelompok ilmu di ISE BOK (Industrial and Systems Engineering Body of Knowledge) yang disusun oleh IISE. Anda dapat unduh disini.

Mengapa ada Sistem dalam Teknik Industri

Beberapa waktu yang lalu saya diminta untuk memberikan kuliah umum tentang rekayasa sistem, sehingga saya akhirnya menyusun materi ini.

Satu hal yang penting adalah pergantian nama Teknik Industri menjadi Teknik Industri dan Sistem bukan berarti adalah akan ada program studi baru rekayasa sistem dalam Teknik Industri. Ini bisa saja dilakukan, namun yang lebih penting adalah Perekayasa Industri harus menyadari peranan kesisteman di dalam pekerjaan mereka saat ini. Beberapa kampus di dunia tetap hanya memiliki Sarjana Teknik Industri walaupun nama program mereka adalah Teknik Industri dan Sistem. Hal ini lah yang mendasari slideshare diatas.

Teknik Sistem dan Industri

Sejak April 2016, Institute of Industrial Engineering yang merupakan acuan perekayasa industri resmi berganti nama menjadi Institute of Industrial and Systems Engineering (IISE). Sebuah perubahan nama yang dianggap wajar bagi para perekayasa Industri saat ini karena dianggap relevan terhadap perkembangan bidang kerja dan keilmuan yang mendasari kebutuhan industri.

Namun mungkin bagi para Perekayasa Industri di Indonesia, masih belum jelas mengapa kok teknik industri berevolusi menjadi teknik sistem dan industri. Sehingga tulisan ini mencoba untuk menjawab pertanyaan sederhana “mengapa teknik industri berkembang menjadi teknik sistem dan industri?”

Untuk menjawab pertanyaan ini tentu kita harus juga melihat kenapa kok teknik industri lahir, dan sebagian besar teknik industri lahir dari keilmuan teknik mesin. Bagi para perekayasa industri hal ini dijelaskan dalam kuliah dasar yang sering diberi nama Pengantar Teknik Industri atau Filosofi Industri. Karena kuliahnya panjang 1 semester, maka jika disingkat, karena pada saat revolusi industi berjalan ternyata dibutuhkan seorang perekayasa yang bisa melihat industri secara utuh dengan berbagai komponennya yang saling berhubungan dalam rangka memproduksi sebuah barang. Kebutuhan unik ini lahir karena untuk mencari efisiensi dan efektivitas tertinggi dari sebuah industri, tidak bisa hanya dilihat dari peningkatan per komponen industri, namun saling koneksi antara satu komponen dan komponen lainnya. Bahkan dimungkinkan ada satu komponen yang sebaiknya tidak ditingkatkan karena ketika ditingkatkan malah merugikan secara keseluruhan. Misalnya karena keterbatasan sumber daya. Komponen Industri ini secara sejarah dan sederhananya adalah 5M (man, money, machine, material, dan methods). Nah dari 5M ini mana yang ada jurusan tekniknya? yaa mesin kan. belum ada waktu itu teknik material, dan teknik uang akan terdengar aneh, apalagi teknik manusia. Saling berkoneksi, optimum bukan maksimum, tujuan tertentu, dan berubah secara kontekstual membuat perekayasa industri dilatih untuk merancang dan mengelola “sistem” industri.

Lanjutkan membaca “Teknik Sistem dan Industri”

Teknik Industri akan menjadi Teknik Industri dan Sistem

Institute of Industrial Engineers (IIE)  adalah organisasi profesi dunia bagi perekayasa industri yang berasal dari Amerika Serikat.  IIE saat ini sedang mengumpulkan voting dari para anggotanya di dunia (termasuk saya) untuk mengganti namanya menjadi Institute of Industrial and Systems Engineering hingga 15 Januari 2016. Ketua IIE saat ini,  Prof Moore dari University of Southern California (USC) dalam wawancara dengan majalah Industrial Engineer Juli 2015, menjelaskan panjang lebar tentang hal ini.  Prof Moore sendiri merefleksikan perkembangan TI menjadi TIS/TSI* dengan perubahan nama TI di USC menjadi TIS/TSI.

IIE memandang SE merupakan evolusi yang natural dari fokus yang mengembang dari TI. Hal ini diperkuat dengan aplikasi keilmuan dan bidang kerja para perekayasa Industri yang semakin berkembang ke berbagai tipe industri. Banyak penjelasan terhadap kesamaan dan perbedaan dari SE dan TI. Namun secara sederhana bagi para perekayasa Industri:  jika TI berfokus kepada “Realisasi dari sebuah Produk”, yaitu dari rancangan ke produk yang dikonsumsi pelanggan, maka SE berfokus kepada Realisasi dari Sistem, dari rancangan sistem ke sistem yang telah berjalan. Itu mengapa secara “body of knowledge” terdapat berbagai kesamaan dan irisan dari kedua kelompok ilmu ini.

Pada kurikulum TI yang berfokus kepada realisasi produk dengan nilai-tambah-lebih (value added) terdapat struktur multi-skala: dari produk,  proses dan pabrik dengan 3 tanggung jawab utama: perancangan, pemasangan dan pengelolaan. Jika fokus ini diubah ke sistem yang juga bernilai-tambah-lebih, maka logika yang sama akan berlaku yaitu struktur multi skala (Systems of Systems – SoS) dengan tetap berfokus kepada perancangan,  pemasangan dan pengelolaan dari sistem.

Jadi apa dong beda produk dan sistem?

Lanjutkan membaca “Teknik Industri akan menjadi Teknik Industri dan Sistem”

Tips Mencari Topik Skripsi Teknik Industri di Suatu Perusahaan

Pertanyaan tentang topik skripsi di suatu perusahaan atau suatu bidang/divisi dalam sebuah perusahaan sering diajukan didalam blog ini, sehingga sudah waktunya saya menyusun sebuah artikel tentang tips untuk memulai mencari topik skripsi ketika mahasiswa sudah mendapatkan perusahaan yang dituju. Karena sebagian besar pertanyaan yang diajukan sering dimulai dari mana, maka tips ini akan saya bagi menjadi 4 kemungkinan mulai mencarinya

  1. Mulai dari perspektif 5M+IE dengan 5m_ie
  2. Mulai dari permasalahan yang dihadapi subyeknya
  3. Mulai dari Metode yang ingin digunakan (predikatnya)
  4. Mulai dari minat bidang kerja yang kau ingin tuju (obyeknya)

 

Lanjutkan membaca “Tips Mencari Topik Skripsi Teknik Industri di Suatu Perusahaan”

Tips Mendapatkan Topik KP – Kerja Praktek di Teknik Industri

Didalam blog ini, saya sangat sering mendapatkan pertanyaan tentang apa topik yang sebaiknya diambil ketika mahasiswa diterima untuk kerja praktek di suatu perusahaan atau organisasi. Tidak ada yang jawaban yang spesifik yang bisa saya berikan untuk setiap pertanyaan karena setiap tempat kerja praktek pasti unik dan berbeda. Karena keunikan tersebut, tentunya memang ada topik-topik terkini dan spesifik yang dihadapi oleh bidang industri perusahaan atau organisasi tersebut. Namun secara umum, mahasiswa biasanya diberikan topik yang lebih umum dibandingkan topik spesifik mempertimbangkan waktu kerja praktek yang singkat dan tidak memungkinkan sang mahasiswa untuk mempelajari dengan dalam kondisi perusahaan.

Untuk itu saya akan menuliskan tips yang sering saya berikan kepada mahasiswa bimbingan kerja praktek saya untuk mencari topik dalam perusahaan. Ini tentunya dengan asumsi bahwa perusahaan belum memilihkan topik buat anda dan memberikan kebebasan untuk memilih sendiri. Didalam blog ini ada 5 tips yang ingin saya berikan:

  1. Bertanya, berdiskusi dan mengamati adanya permasalahan dalam perusahaan
  2. Pandang perusahaan atau masalahnya dalam 5M
  3. Cari referensi tentang permasalahan atau bidang topik di Internet dengan kata kunci yang tepat
  4. Cari di perpustakaan tentang laporan skripsi dan kerja praktek di bagian saran/kesimpulan
  5. Coba cari apa yang menjadi minat anda dalam bekerja nantinya

Berikut ini adalah penjelasannya,

Lanjutkan membaca “Tips Mendapatkan Topik KP – Kerja Praktek di Teknik Industri”

Kombinasi Pola Berpikir dalam Berpikir Sistem

Jika membahas tentang berpikir sistem, sering orang menduga bahwa berpikir sistem itu adalah sebuah pola berpikir baru yang revolusioner yang berbeda dibandingkan dengan pola yang sudah ada. Ternyata pada kenyataannya pola berpikir sistem adalah pola kombinasi dari berbagai pola yang sudah ada. Lalu apa yang baru dong? Kombinasi yang pas terhadap berbagai pola berpikir lainnya lah yang membuat pola berpikir sistem itu berbeda.

Seperti nasi goreng, sebuah makanan khas Indonesia yang sedang dipromosikan di dunia. Kombinasi yang pas akan menentukan rasa enak yang kita dapatkan di warung favorit nasi goreng kita. Itupun masih ada variasi-variasi hebat lainnya, seperti nasi goreng teri, trasi, seafood dan jangan lupa .. spesial pake telor.

Jadi pola berpikir apa saja yang minimal ada dalam berpikir sistem? Menurut Barry Richmond, sebenarnya ada 7 Essential Thinking Skills untuk dikombinasikan menjadi berpikir sistem: dynamic thinking, systems-as-cause thinking, forest thinking, operational thinking, closed-loop thinking, quantitative thinking dan scientific thinking.

Lanjutkan membaca “Kombinasi Pola Berpikir dalam Berpikir Sistem”