Mengapa Kita Selalu Memadamkan Api dengan Ember Kecil?

Tentang kebijakan energi, sistem yang terjebak, dan otak kita yang semakin tidak sabar.


Suatu pagi, mungkin sambil sarapan atau di perjalanan ke kantor, Anda membaca sebuah berita di feed media sosial yang anda ikuti di gadget anda. Pemerintah berencana mendorong elektrifikasi sepeda motor besar-besaran, wacana masuk kerja empat hari seminggu untuk mengurangi konsumsi BBM dan sekolah tatap muka dikurangi harinya. Semua dibingkai sebagai langkah berani menuju efisiensi energi karena ada tekanan geopolitik di dunia saat ini akibat perang.

Anda mungkin mengangguk atau menggeleng, dan kemudian lalu pindah scroll ke konten berikutnya.

Tapi sebelum kita lanjut scroll, ada baiknya kita berhenti sebentar. Bukan untuk menghakimi kebijakannya. Tapi untuk bertanya sesuatu yang lebih mendasar: ini solusi, atau kita sedang memadamkan api dengan ember kecil … lagi?

Solusi yang terlihat seperti solusi

Mari kita periksa logikanya. Masalah yang ingin diselesaikan adalah konsumsi BBM yang tinggi dan ketergantungan kita pada bahan bakar fosil yang akan memakan anggaran negara untuk disubsidi. Solusi yang dipilih: kurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak dengan menggantinya ke listrik, dan kurangi mobilitas masyarakat dengan memangkas hari kerja dan hari sekolah.

Lanjutkan membaca “Mengapa Kita Selalu Memadamkan Api dengan Ember Kecil?”

Memori Institusi

Ketika kita berbicara tentang memori, biasanya yang pertama terlintas di benak adalah memori manusia—kemampuan kita untuk menyimpan, mengingat, dan menggunakan kembali informasi dari pengalaman masa lalu. Namun, konsep serupa juga berlaku dalam organisasi dan pemerintahan dalam bentuk memori institusi (institutional memory).


Apa Itu Memori Institusi?

Memori institusi adalah kumpulan pengetahuan, pengalaman, kebijakan, prosedur, dan praktik yang telah dikembangkan oleh suatu organisasi atau institusi dalam jangka waktu tertentu. Ini mencakup bagaimana keputusan diambil, bagaimana masalah dipecahkan, serta bagaimana budaya dan nilai-nilai berkembang dalam suatu organisasi.

Memori institusi dapat berupa:

  • Dokumentasi tertulis, seperti arsip kebijakan, laporan, dan peraturan.
  • Sistem dan prosedur, seperti SOP (Standard Operating Procedures) dan mekanisme koordinasi.
  • Pengalaman individu, yang diwariskan secara informal melalui mentoring atau pembelajaran di tempat kerja.
  • Norma dan budaya organisasi, yang membentuk kebiasaan dan bagaimana institusi beroperasi dan berinteraksi dengan pihak lain.

Apakah Memori Institusi Mirip dengan Memori Manusia?

Dalam banyak hal, ya. Seperti halnya manusia yang mengandalkan memori untuk bertindak berdasarkan pengalaman masa lalu, institusi juga bergantung pada memori institusi untuk mempertahankan keberlanjutan dan efektivitasnya.

Lanjutkan membaca “Memori Institusi”